Kamis, 06 September 2007

Indahnya Menelusuri Irama Waktu
Oleh: Sr. Theodora, OSF
(Harian Global, Kamis, 6 September 2007)

"Semua ada waktunya...
Ada waktu senang, ada waktunya susah

Ada waktu tertawa, ada waktu menangis

Ada waktu 'tuk bekerja, ada waktu 'tuk beristirahat

Ada waktunya menang, ada waktunya
kalah
Ada waktu 'tuk bertemu, ada waktu 'tuk berpisah...

Semua ada waktunya, dan biarlah bergerak sesuai iramanya masing-masing."

Sahabat-sahabat Kristus yang terkasih, patut kita lantunkan madah syukur kepada Sang Sumber Kehidupan yang senantiasa mencurahkan rahmat yang berlimpah dan masih memberikan waktu untuk kita telusuri, untuk kita nikmati, dan untuk kita pahami. Seiring dengan roda hidup yang terus bergulir dan tak tahu kapan akan berhenti.... maka dari kedalaman lubuk hati kita mengukir sebuah kisah, menelusuri irama
waktu dengan beraneka ragam keunikan dan keindahannya.

Sebagai pribadi yang tengah berziarah, dalam meniti hari demi hari, dari waktu ke waktu, ternyata hidup itu seni. Seni itu indah bila dirangkai dengan hati yang tulus, antara perkataan, perbuatan, dan pikiran yang disertai dengan iman, harapan dan cinta kasih. Meskipun realita terkadang tak sesuai dengan harapan, namun bukankah semua memiliki waktu masing-masing? Sahabat-sahabat Kristus terkasih, waktu tak pernah kembali, waktu terus melaju seiring langkah kaki kita yang terkadang mampu berlari.

Terkadang kita berjalan tertatih-tatih dengan berbagai beban hidup yang serasa menyesakkan, terkadang kita terduduk dan tak bergeming, terkadang waktu terasa lama, membosankan dan segala usaha sia-sia belaka. Sahabat-sahabat Kristus yang terkasih, lewat Injil Lukas hari ini (Luk 5:1-11) Yesus mengajak kita bertolak ke tempat yang lebih dalam. Seperti pengalaman Simon dan teman-temannya yang hampir berputus asa ketika mengalami kegagalan dalam menjala ikan. Tetapi karena mendengar dan melaksanakan perintah Sang Guru akhirnya mereka beroleh sukacita atas hasil yang diperoleh meskipun harus dilalui dengan jerih payah dan mencucurkan keringat.

Satu hal yang semestinya diingat bahwa kekuatan sendiri tak cukup tanpa kekuatan dari Dia yang memiliki kekuasaan yang tiada bandingnya. Bersama Simon dan teman-temannya, mari kita pergi ke tempat yang lebih dalam meskipun bisa dibayangkan pastilah banyak tantangan yang harus dihadapi. Demikianlah dalam perjalanan hidup kita saat ini, di sini, di tempat ini, tantangan bukanlah untuk dihindari, melainkan untuk dihadapi. Bila perlu kita nikmati alunan iramanya yang silih berganti. Selagi masih ada waktu mengapa tidak!

Bukankah kita masih diberi waktu untuk berbuat lebih baik? Waktu yang lalu kita jadikan sebuah pengalaman yang memiliki makna, waktu kini adalah kenyataan yang harus dihadapi, entah pahit ataupun manis, kita jelang waktu esok dengan pengharapan semoga lebih baik dan indah. Hari ini kita bersama seiring sejalan agar beban terasa ringan, meskipun terkadang terjadi selisih paham, karena watak yang berbeda-beda namun dalam menelusuri lorong kehidupan ini kita berada dalam satu genggaman, yakni genggaman tangan Sang Ilahi yang berada di dalam hati-Nya yang Maha Indah, kita dipersatukan.

Kesempatan terindah ini saatnya kita menyatukan jemari, menciptakan suasana hati dengan iman yang teguh dan berlabuh dalam lautan kasih-Nya. Kita yakin dan percaya akan beroleh hati yang teduh dan damai, kita jadikan waktu kini sebagai persembahan terindah, teristimewa dalam setiap doa-doa kita, suatu kebahagiaan yang tak terkatakan bila mampu membahagiakan Tuhan lewat sesama.

"Kebahagiaanku adalah kebahagiaanmu, deritamu adalah deritaku sebab, bila aku bersamamu aku bersyukur kepada Tuhan. Dalam kesempatan ini aku mau katakan kita adalah saudara."

Selasa, 04 September 2007



"Jika manusia berbalik kepada DOA dan kebaikan, dunia akan diselamatkan.
Jika tidak, banyak orang akan binasa selama-lamanya.
Waktunya telah tiba bagi setiap orang mulai BERDOA dan melakukan tapa.
Manusia harus BERDOA untuk tempat di surga yang ditinggalkan oleh malaikat-malaikat yang jahat.
Dengan kekuatan DOA bisa diperoleh semua dari Tuhan Allah."
(Ratu Damai dari Medjugorie)



Senin, 03 September 2007




"Aku mengerti dari pengalaman bahwa
sebagian besar waktu

ketika aku bersama dengan saudara-saudaraku,
aku belajar banyak hal tentang Sabda Tuhan
yang tidak dapat aku pelajari seorang diri;
jadi kalianlah yang memberitahukan kepadaku
apa yang harus aku ajarkan."
(St Gregorius Agung; feast: 3 September 2007)


Aplaus 2nd Anniversary

TANPA terasa Aplaus sudah 2 tahun menapakkan kaki sebagai Tabloid Lifestyle Kota Medan. Meski dalam usia yang tergolong muda, Aplaus selalu ingin memberikan yang terbaik untuk pembacanya.

Anniversary yang dirayakan secara sederhana ini bertujuan memupuk rasa kekeluargaan antara semua kru Aplaus yang hadir malam itu di Restauran Sedap Nusantara. Kami mencoba membaginya untuk pembaca setia Tabloid Aplaus, se­iring cita-cita kami "Selalu memberikan yang terbaik."

"Happy Birthday Aplaus!" (biarlah foto yang ‘berbicara').... (Rubrik Kalender, Aplaus 54); foto: aye yang jongkok di bawah, nomer 2 paling kanan, ye....



1-14 September 2007 (Rubrik FIT, Tabloid Aplaus)

BE PRACTICAL THRU MEDITATION


Teks oleh Erni Susanti dan berbagai sumber

Foto oleh Amir


Amat banyak metode meditasi. Anda cocok dengan metode yang ini, belum tentu bagi yang lain. Mau yang mana tinggal pilih, tapi tak dicampur-campurlah.

TERNYATA setiap orang sudah tahu bagaimana cara bermeditasi, tetapi bermeditasi tentang hal-hal yang salah. "Beberapa orang bermeditasi tentang gadis-gadis cantik, beberapa tentang uang, beberapa tentang bisnis. Setiap saat anda mencurahkan perhatian, sepenuh hati, pada satu hal, itu adalah meditasi." (Supreme Master Ching Hai dalam buku Aku Datang Untuk Membawamu Pulang).

First of all, rutinkah (minimal pernahkah) anda bermeditasi? Bila anda menjawab "belum" maka ada baiknya mempertimbangkan pendapat SM Ching Hai barusan. Masuk di akal, bukan? Nama beliau memang taklah a­sing. Siswa-siswanya telah mendirikan asosiasi dan pusat meditasi di seluruh dunia. Metode meditasi spiritualnya dinamakan Meditasi Kuan Yin (dalam bahasa Mandarin berarti mengamati sinar dan suara batin).

Guru Ching Hai telah mencoba beragam teknik meditasi. Mulai dari Doktrin Rahasia dari ­Buddhisme Tibet, dari Thailand, Burma dan se­bagainya. Semua teknik tadi menurut turunan Vietnam yang kini warganegara Inggris ini begitu rumit, sangat memakan waktu sekaligus membosankan. Butuh ba­nyak perlengkapan dan peralatan. Tidak praktis.

Tidak demikian halnya dengan metode pe­ngamatan Cahaya dan Suara batin yang diajarkannya. Lokasi bermeditasi pun bisa dimana saja. Kita bisa duduk di taman, di kebun, di dalam pesawat terbang, saat duduk di tempat kita bekerja, di mana saja (asal jangan saat menyetir mobil!).

Memang banyak jenis meditasi, apakah itu untuk relaksasi ataupun kesehatan. Masing-masing guru meditasi sebenarnya mengajarkan ‘waktu mendengarkan' yang berbeda, bisa jadi karena ‘si pengikut' mungkin maunya hanya rileks, tidak stres. Atau ada yang maunya menurunkan darah tinggi, menghilangkan asma, dan sebagainya. Merta Ada, Guru Meditasi Kesehatan Bali Usada, misalnya, pernah berujar, "Capailah kesehatan dan kebahagiaan lewat meditasi. Seperti halnya tubuh yang memerlukan olahraga, pikiran pun perlu dilatih agar kuat."

Penyembuh lewat teknik getaran dan ramuan tumbuh-tumbuhan ini ketika kanak-kanak terkena polio, dia perlu waktu untuk mencari ‘obat' mujarab bagi penyakitnya itu. Tak heran ia menjalani meditasi sejak muda. Semakin bertambah usia, dia pun mencari teknik meditasi yang paling pas, bertahun-tahun menekuni­nya secara teratur, sampai secara bertahap pikirannya menjadi harmonis.

Meditasi Quan Yin bisa jadi serupa, tapi tak sama, tentunya (kita tengah ‘membincangkan' beragam jenis meditasi, kan?!). Meditasi Cahaya dan Suara menawarkan pencerahan, penemuan sebuah jalan untuk mengenali diri sendiri, menemukan dari mana anda berasal. Untuk mengingat kembali misi anda di bumi, menemukan rahasia alam semesta. Untuk memahami mengapa ada begitu banyak penderitaan.

Beyond the Mind
Ada lagi metode meditasi lain. Meditasi ala Agung Suharyanto SSn, agak-agak serupa, tapi berbeda, pastinya. Kala bermeditasi ia juga mencoba menyatukan diri dengan ‘sesuatu'. "Kalau meditasi alam jelas menyatu dengan alam. Tapi sebelum menyatu dengan alam awalnya adalah menyadari diri. Yoga juga demikian, ‘kan? Konsentrasi jelas pada pernafasan. Bagaimana menarik nafas, menghembuskan. Yang mendalam lagi akhirnya kita tau detak jantung, jalan darah kita (tidak sekadar tarik-hembus). Setelah kita bisa menyadari diri, akan sangat mudah untuk menyatu de­ngan alam," bagi Agung.

Kita akan enak bagaimana menghirup daun yang basah, kita alirkan dalam tubuh kita. Bagaimana menjadi air dengan ketenangan, gemericiknya. Ketika menyatu dengan alam, melewati pikiran (beyond the mind). Inilah aku, bagian dari alam.

"Ada juga orang yang bermeditasi ketika menyatu, dekat dengan alam, menyatu dengan pencipta alam. Dia menjadi ingat akan Tuhan. Tidak mencari, tapi ada dalam diri. Ada rasa itu. Sensasi-sensasi itu. Kebesaran alam berarti kebesaran Tuhan," obrol pelatih meditasi di Taman Budaya ini.

Lanjut pria yang kerap meditasi membelakangi Laut Kidul, Yogya, "Saya meditasinya tidak ada pola yang baku. Ketika ingin menyatu dengan angin, bergerak seperti angin. Lebih kepingin natural. Jadi lebih kreatif karena tidak ada patokan-patokan. Gerak (tubuh) tidak harus dibentuk."

Kalau sudah bisa berdiam menguasai diri baru bisa meditasi dengan gerak. "Kalau dia bergerak, sebenarnya itu gaya meditasi dia. Mereka harus menemukan (bukan mencari) akhirnya dapat, itulah yang bisa dia gerakkan. Baru dia cocok dengan tubuhnya dan dicocokkan ke alam," saran Agung.

Manfaat meditasi:
1. Pikiran baik yang dimunculkan akan memberikan energi positif pada badan sehingga kesehatan dan penyembuhan terjadi.
2. Melepaskan tekanan hidup dan reaksi buruk di memori yang muncul bersamaan dengan rasa lain yang timbul selama meditasi.
3. Untuk menghadapi semua kondisi dalam kehidupan sehari-hari dengan efisien, tenang, seimbang, sadar, bijaksana, sehingga kedamaian dan kebahagiaan selalu dimiliki.
4. Jalan menuju jati diri atau guru batin.

Meditasi bersama Alam:
- Jalan kaki ternyata dapat menjadi serupa meditasi bila anda bergerak perlahan-lahan, dan ‘membuka' diri anda sepenuhnya sehingga dapat merasakan kehadiran alam sekitar dengan seluruh pengindraan sekaligus merasakan sensasinya, demikian pendapat James Thornton, environmentalist dari Amerika. Tak hanya relaks jiwa raga, anda juga akan mendapatkan kembali gairah hidup, energi bagi tubuh anda.

- Katakan pada diri anda, "Aku layak menikmati keindahan dan ketenangan ini, karena akupun bagian dari alam raya."

- Mulailah berjalan perlahan-lahan. Berusahalah untuk relaks sehingga fokus kesadaran meluas sampai mencakup keseluruhan pengamatan anda. Buka seluruh pengindraan pada kehidupan di seputar anda: tumbuh-tumbuhan, bunga-bungaan, burung-burung, serangga dan tentunya kehangatan sinar matahari yang menyentuh kulit anda.


Fit Edisi 54

1-14 September 2007

GO ORGANIK!
Teks oleh Erni Susanti dan berbagai sumber
Foto oleh Amir dan Istimewa

Organik atau non organik, ya? Gampang. Lihat saja labelnya. Cuma yang lulus serangkaian tes dari lembaga yang diberi kewenangan oleh Departemen Pertanian yang mendapatkannya.


SEORANG teman yang sempat mengenyam pendidikan di bidang Environmental Management dari luar negeri sejak lama telah ‘mentransfer' pengetahuannya tentang pertanian organik kepada Aplaus. Waktu itu ia ‘ngotot' bilang (kira-kira seperti ini), "Teknik pertanian organik merupakan penyempurnaan cara bertani secara alami yang sudah ada sejak jaman nenek moyang kita. Agar hasilnya maksimal."

Ir Budiman ‘mengagung-agungkan' teknik pertanian organik yang memang unik. Bagaimana tidak. Setiap tanaman diberi perlakuan berbeda. Semua limbah seperti daun kering dan kulit buah diolah untuk menyuburkan lahan. Agar tanaman sayur tidak diserbu ulat digunakan air cabai. Untuk lahan yang ditanami buah apel organik lain lagi.

Ia memilih pupuk guano alias kotoran kelelawar (yang ditangani secara benar dan baik, tentunya), dan mengusir hama menggunakan bahan alami berupa daun pohon nimba yang ditumbuk, dicampur air, lalu disemprotkan pada tanaman apel tadi. Di pojok-pojok kebunnya pun diberi air dan lampu supaya hamanya jatuh.

Senang berbincang langsung dengannya, mendapat sedikit saja dari pengetahuannya, tapi apa daya kini ia tengah melanglang buana. Thank God, Aplaus telah mendapatkan segelintir pengetahuan seputar organik, termasuk yang kini tengah berkembang di luar daerah Medan (Brastagi, Sidikalang, dan sebagainya).

Seorang teman lainnya, A Ju, sharing kalau se­karang untuk sementara mereka tidak menanam tanaman organik mengingat kondisi lahan yang belum mendukung. Alasan ini juga didukung ahli dari Jepang yang sengaja didatangkan untuk memeriksa kondisi lahannya.

"Salah satu hambatan dalam pertanian organik adalah tanah dan air di lokasi yang akan dijadikan lahan organik sudah tercemar. Kalau dulu lahannya memang alami maka organik bisa langsung diterapkan. Namun kalau lahannya bekas lahan pertanian konvensional diperlukan waktu minimal satu tahun," timpal Henny Ciawi Tjia, Marketing Manager PT Indo Yasai Wisesa.

Masa Konversi
Misal, tanah yang ditanami cabai menggunakan pestisida, setelah itu ditanami ubi organik, tetap saja tidak organik lagi. Sebelumnya tanah itu harus diperiksa kandungannya, diperiksa sejarahnya 10 tahun yang lalu dipakai untuk menanam apa saja, misalnya

Satu tahun itu menurut ‘tukang insinyur' diperlukan untuk menyiapkan lingkungan tanah, perbaikan struktur, aktivitas biologi tanah, dan sebagainya, atau yang disebut masa konversi. Sistem organik tak bisa dipraktekkan juga kalau lahannya dikepung oleh lahan non organik. "Paling bagus kalau lahan organik berada di daerah atas di mana air yang berasal dari mata air yang belum tercemar," demikian wejangan Ir Budiman.

Kalau seperti ini, menurutnya, tak mustahil di tahun 2010 Indonesia akan menjadi salah satu produsen pangan organik utama dunia. Suatu ‘misi' yang cukup menguras tenaga, waktu dan pikiran memang, mengingat para petani tradisional sudah terlalu lama punya pemikiran kalau ingin panen sukses mesti memakai bibit rekayasa (unggul) pestisida nomor satu, serta agrokimia sintetis lainnya. Namun bisa jadi ‘beban' akan semakin ringan kalau kita mengetahui efek bahaya pangan yang mengandung pestisida (dari penelitian terbukti kalau pestisida terus menerus menumpuk bisa menyebabkan kanker sampai rendahnya IQ).

Meski fisik sayuran organik taklah sebagus yang non organik-ciri-cirinya daun sayuran bolong-bolong akibat termakan ulat-begini ceritanya, "Hewan, hama, juga ulat punya naluri tajam. Dia tidak mau sayuran yang beracun, yang berpestisida. Tetapi justru kita yang salah kaprah, suka sayuran bagus yang ulat saja tidak mau," lanjut Henny. Kalau pun menggunakan pestisida, derajat standard chemicalnya tidak boleh melebihi yang telah ditentukan.

Baik Untuk Kesehatan?
Istilah organik menunjukkan proses pemeliharaan atau penanaman suatu produk pertanian (brokoli, labu, bayam, wortel, tomat, beras merah, kentang, kacang kapri, kacang hijau, kacang kedelai, kopi, salak, alpukat, mangga, stroberi, ceri, dsb.) yang tidak menggunakan pestisida, pupuk berbahan kimia atau biji yang direkayasa secara genetika. Tak hanya itu, cara panen, packaging dan sistem pengirimannya pun mesti bebas bahan kimia.

The Food Standards Agency (FSA) mengatakan belum ada bukti yang menyebutkan sayuran organik baik untuk kesehatan. Namun berdasarkan penelitian memang ada beberapa nutrisi dalam makanan organik yang berbeda dengan non organik. Contoh, susu organik ternyata memiliki kadar asam Omega-3 lebih tinggi, tetapi menurut FSA susu ini memiliki asam lemak yang termasuk rantai pendek (short-chain fatty acids) yang kurang baik untuk kesehatan.

A Way of Life
Kalangan selebritis Indonesia-apalagi dunia-dalam beberapa tahun belakangan (sampai sekarang) terus menggilai produk ini. Ambil contoh Melly Manuhutu. Katanya dulu ia sering batuk-pilek. Selama mengonsumsi segala macam makanan organik, ia merasa lebih fresh, enak di perut, dan kulitnya menjadi bagus.

Malah akhirnya Melly pun terjun berbisnis beras, sayuran, kacang-kacangan, buah, umbi-umbian, ayam, telur, dried food organik impor dari Australia dan Jerman (garam, gula, susu, bihun, pasta, minyak goreng, dsb.), sampai berbisnis parsel makanan organik. Sophie Navita, pacar seumur hidup Pongki Jikustik juga ‘sealiran'. Mereka sekeluarga (bahkan sampai pembantunya) makan sayuran organik.

Konsumen organik tak dapat dipungkiri adalah pasar yang memiliki kesadaran kesehatan yang tinggi, yang memungkinkan mereka menjadikannya a way of life. Negeri tetangga, Malaysia, Vietnam, sampai Eropa lebih dahsyat lagi. Negeri Singa pun tak ketinggalan. Telah ramai outlet yang khusus menjual beragam produk organik (sayuran, buah, jus, dsb.).

"Rasa jusnya enak, tidak pakai chemical ‘kan. Mereka berani klaim jus itu organik. Tertulis dalam label ‘organically proven' begitu," cerita wanita yang sering bolak-balik Medan-Singapura.

Organic Fruit & Vegetables

+ Dapat melindungi kesehatan anda, keluarga dan generasi penerus anda (dengan kandungan nutrisi yang disebut-sebut 90% lebih tinggi dibanding non organik).
+ Turut melestarikan kondisi tanah yang subur, keragaman hayati, melindungi kejernihan air, mengurangi risiko kesehatan para konsumen produk pertanian.
+ Membuka lowongan pekerjaan bagi para petani, mengurangi risiko kesehatan me­reka.

- Harga mahal (bisa 2 atau 3 kali lipat dibanding sayur dan buah biasa). Sebenar­nya bisa lebih murah, kalau dibeli lewat komunitas organik, yang di Jepang disebut teikei (sejak era 1980-an).
- Masih jarang (penghasilnya) dan ragamnya masih sedikit (produksinya tergantung musim).
- Perlu banyak tenaga kerja, mengingat ta­naman harus satu per satu diperiksa. Dan petani perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk mendapatkan sertifikat organik.

Agar Sayur & Buah Bersih
Buah-buahan dan sayur-sayuran perlu ‘dijaga' baik agar kandungan gizi di dalamnya tak terbuang percuma hanya karena cara mencuci dan teknik pengolahan yang keliru (apalagi yang organik, sayang ‘kan?!). Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan:

- Jangan membilas buah dan sayuran berkulit ‘lunak' seperti strawberry, atau sayuran yang mudah busuk seperti kentang dan bawang, sebelum disimpan. Bilas sayuran dan buah tadi ketika anda akan mengolahnya.
- Cuci dan gosok buah dan sayur berkulit ‘keras' seperti terong, paprika, mentimun, apel, dengan air dingin. Keringkan dengan cermat, agar tidak rusak akibat noda air sebelum disimpan di lemari es.
- Sayuran berdaun bisa disimpan di lemari es tanpa dicuci. Masukkan ke kantung plastik. Bilas dengan air sebelum dikonsumsi.

Jumat, 31 Agustus 2007

Ibu Bermata Satu

Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya sungguh memalukan. Ia menjadi juru masak di sekolah, untuk membiayai keluarga. Suatu hari ketika aku masih SD, ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia lakukan ini? Aku memandangnya dengan penuh kebencian dan melarikan diri. Keesokan harinya di sekolah 'Ibumu hanya punya satu mata?!?!' Ieeeeee, jerit seorang temanku. Aku berharap ibuku lenyap dari muka bumi.

Ujarku pada ibu, 'Bu. Mengapa Ibu tidak punya satu mata lainnya? Kalau Ibu hanya ingin membuatku ditertawakan,
lebih baik Ibu mati saja!!!' Ibuku tidak menyahut. Aku merasa agak tidak enak, tapi pada saat yang bersamaan, lega rasanya sudah mengungkapkan apa yang ingin sekali kukatakan selama ini. Mungkin karena Ibu tidak menghukumku, tapi aku tak berpikir sama sekali bahwa perasaannya sangat terluka karenaku.

Malam itu.. Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku sedang menangis, tanpa suara, seakan-akan ia takut aku akan terbangun karenanya. Aku memandangnya sejenak, dan kemudian berlalu. Akibat perkataanku tadi, hatiku tertusuk. Walaupun begitu, aku membenci ibuku yang sedang menangis dengan satu matanya. Jadi aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan tumbuh dewasa dan menjadi orang yang sukses.

Kemudian aku belajar dengan tekun. Kutinggalkan ibuku dan pergi ke Singapura untuk menuntut ilmu.
Lalu aku pun menikah. Aku membeli rumah. Kemudian akupun memiliki anak.Kini aku hidup dengan bahagia sebagai seorang yang sukses. Aku menyukai tempat tinggalku karena tidak membuatku teringat akan ibuku.
Kebahagian ini bertambah terus dan terus, ketika.. Apa?! Siapa ini?! Itu ibuku. Masih dengan satu matanya. Seakan-akan langit runtuh menimpaku.

Bahkan anak-anakku berlari ketakutan, ngeri melihat mata Ibuku. Kataku, 'Siapa kamu?! Aku tak kenal dirimu!!' Untuk membuatnya lebih dramatis, aku berteriak padanya, 'Berani-beraninya kamu datang ke sini dan menakuti anak-anakku! !' 'KELUAR DARI SINI! SEKARANG!!'

Ibuku hanya menjawab perlahan, 'Oh, maaf. Sepertinya saya salah alamat,' dan ia pun berlalu. Untung saja ia tidak mengenaliku. Aku sungguh lega. Aku tak peduli lagi. Akupun menjadi sangat lega.
Suatu hari, sepucuk surat undangan reuni sekolah tiba di rumahku di Singapura.
Aku berbohong pada istriku bahwa aku ada urusan kantor. Akupun pergi ke sana . Setelah reuni, aku mampir ke gubuk tua, yang dulu aku sebut rumah.. Hanya ingin tahu saja. Di sana , kutemukan ibuku tergeletak dilantai yang dingin. Namun aku tak meneteskan air mata sedikit pun. Ada selembar kertas di tangannya. Sepucuk surat untukku.

'Anakku..Kurasa hidupku sudah cukup panjang.. Dan..aku tidak akan pergi ke Singapura lagi..
Namun apakah berlebihan jika aku ingin kau menjengukku sesekali? Aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat gembira ketika tahu kau akan datang ke reuni itu. Tapi kuputuskan aku tidak pergi ke sekolah. Demi kau.. Dan aku minta maaf karena hanya membuatmu malu dengan satu mataku.
Kau tahu, ketika kau masih sangat kecil, kau mengalami kecelakaan dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tak tahan melihatmu
tumbuh hanya dengan satu mata. Maka aku berikan mataku untukmu.Aku sangat bangga padamu yang telah melihat seluruh dunia untukku, di
tempatku, dengan mata itu. Aku tak pernah marah atas semua kelakuanmu.
Ketika kau marah padaku.. Aku hanya membatin sendiri, 'Itu karena ia mencintaiku' Anakku! Oh, anakku!'

Pesan ini memiliki arti yang mendalam dan disebarkan agar orang ingat bahwa kebaikan yang mereka nikmati itu adalah karena kebaikan orang lain secara langsung maupun tak langsung. Berhentilah sejenak dan renungi hidupAnda! Bersyukurlah atas apa yang Anda miliki sekarang dibandingkan apa yang tidak dimiliki oleh jutaan orang lain! Luangkan waktu untuk menDOAkan ibu Anda! (Author: Unknown)