Senin, 03 September 2007



1-14 September 2007 (Rubrik FIT, Tabloid Aplaus)

BE PRACTICAL THRU MEDITATION


Teks oleh Erni Susanti dan berbagai sumber

Foto oleh Amir


Amat banyak metode meditasi. Anda cocok dengan metode yang ini, belum tentu bagi yang lain. Mau yang mana tinggal pilih, tapi tak dicampur-campurlah.

TERNYATA setiap orang sudah tahu bagaimana cara bermeditasi, tetapi bermeditasi tentang hal-hal yang salah. "Beberapa orang bermeditasi tentang gadis-gadis cantik, beberapa tentang uang, beberapa tentang bisnis. Setiap saat anda mencurahkan perhatian, sepenuh hati, pada satu hal, itu adalah meditasi." (Supreme Master Ching Hai dalam buku Aku Datang Untuk Membawamu Pulang).

First of all, rutinkah (minimal pernahkah) anda bermeditasi? Bila anda menjawab "belum" maka ada baiknya mempertimbangkan pendapat SM Ching Hai barusan. Masuk di akal, bukan? Nama beliau memang taklah a­sing. Siswa-siswanya telah mendirikan asosiasi dan pusat meditasi di seluruh dunia. Metode meditasi spiritualnya dinamakan Meditasi Kuan Yin (dalam bahasa Mandarin berarti mengamati sinar dan suara batin).

Guru Ching Hai telah mencoba beragam teknik meditasi. Mulai dari Doktrin Rahasia dari ­Buddhisme Tibet, dari Thailand, Burma dan se­bagainya. Semua teknik tadi menurut turunan Vietnam yang kini warganegara Inggris ini begitu rumit, sangat memakan waktu sekaligus membosankan. Butuh ba­nyak perlengkapan dan peralatan. Tidak praktis.

Tidak demikian halnya dengan metode pe­ngamatan Cahaya dan Suara batin yang diajarkannya. Lokasi bermeditasi pun bisa dimana saja. Kita bisa duduk di taman, di kebun, di dalam pesawat terbang, saat duduk di tempat kita bekerja, di mana saja (asal jangan saat menyetir mobil!).

Memang banyak jenis meditasi, apakah itu untuk relaksasi ataupun kesehatan. Masing-masing guru meditasi sebenarnya mengajarkan ‘waktu mendengarkan' yang berbeda, bisa jadi karena ‘si pengikut' mungkin maunya hanya rileks, tidak stres. Atau ada yang maunya menurunkan darah tinggi, menghilangkan asma, dan sebagainya. Merta Ada, Guru Meditasi Kesehatan Bali Usada, misalnya, pernah berujar, "Capailah kesehatan dan kebahagiaan lewat meditasi. Seperti halnya tubuh yang memerlukan olahraga, pikiran pun perlu dilatih agar kuat."

Penyembuh lewat teknik getaran dan ramuan tumbuh-tumbuhan ini ketika kanak-kanak terkena polio, dia perlu waktu untuk mencari ‘obat' mujarab bagi penyakitnya itu. Tak heran ia menjalani meditasi sejak muda. Semakin bertambah usia, dia pun mencari teknik meditasi yang paling pas, bertahun-tahun menekuni­nya secara teratur, sampai secara bertahap pikirannya menjadi harmonis.

Meditasi Quan Yin bisa jadi serupa, tapi tak sama, tentunya (kita tengah ‘membincangkan' beragam jenis meditasi, kan?!). Meditasi Cahaya dan Suara menawarkan pencerahan, penemuan sebuah jalan untuk mengenali diri sendiri, menemukan dari mana anda berasal. Untuk mengingat kembali misi anda di bumi, menemukan rahasia alam semesta. Untuk memahami mengapa ada begitu banyak penderitaan.

Beyond the Mind
Ada lagi metode meditasi lain. Meditasi ala Agung Suharyanto SSn, agak-agak serupa, tapi berbeda, pastinya. Kala bermeditasi ia juga mencoba menyatukan diri dengan ‘sesuatu'. "Kalau meditasi alam jelas menyatu dengan alam. Tapi sebelum menyatu dengan alam awalnya adalah menyadari diri. Yoga juga demikian, ‘kan? Konsentrasi jelas pada pernafasan. Bagaimana menarik nafas, menghembuskan. Yang mendalam lagi akhirnya kita tau detak jantung, jalan darah kita (tidak sekadar tarik-hembus). Setelah kita bisa menyadari diri, akan sangat mudah untuk menyatu de­ngan alam," bagi Agung.

Kita akan enak bagaimana menghirup daun yang basah, kita alirkan dalam tubuh kita. Bagaimana menjadi air dengan ketenangan, gemericiknya. Ketika menyatu dengan alam, melewati pikiran (beyond the mind). Inilah aku, bagian dari alam.

"Ada juga orang yang bermeditasi ketika menyatu, dekat dengan alam, menyatu dengan pencipta alam. Dia menjadi ingat akan Tuhan. Tidak mencari, tapi ada dalam diri. Ada rasa itu. Sensasi-sensasi itu. Kebesaran alam berarti kebesaran Tuhan," obrol pelatih meditasi di Taman Budaya ini.

Lanjut pria yang kerap meditasi membelakangi Laut Kidul, Yogya, "Saya meditasinya tidak ada pola yang baku. Ketika ingin menyatu dengan angin, bergerak seperti angin. Lebih kepingin natural. Jadi lebih kreatif karena tidak ada patokan-patokan. Gerak (tubuh) tidak harus dibentuk."

Kalau sudah bisa berdiam menguasai diri baru bisa meditasi dengan gerak. "Kalau dia bergerak, sebenarnya itu gaya meditasi dia. Mereka harus menemukan (bukan mencari) akhirnya dapat, itulah yang bisa dia gerakkan. Baru dia cocok dengan tubuhnya dan dicocokkan ke alam," saran Agung.

Manfaat meditasi:
1. Pikiran baik yang dimunculkan akan memberikan energi positif pada badan sehingga kesehatan dan penyembuhan terjadi.
2. Melepaskan tekanan hidup dan reaksi buruk di memori yang muncul bersamaan dengan rasa lain yang timbul selama meditasi.
3. Untuk menghadapi semua kondisi dalam kehidupan sehari-hari dengan efisien, tenang, seimbang, sadar, bijaksana, sehingga kedamaian dan kebahagiaan selalu dimiliki.
4. Jalan menuju jati diri atau guru batin.

Meditasi bersama Alam:
- Jalan kaki ternyata dapat menjadi serupa meditasi bila anda bergerak perlahan-lahan, dan ‘membuka' diri anda sepenuhnya sehingga dapat merasakan kehadiran alam sekitar dengan seluruh pengindraan sekaligus merasakan sensasinya, demikian pendapat James Thornton, environmentalist dari Amerika. Tak hanya relaks jiwa raga, anda juga akan mendapatkan kembali gairah hidup, energi bagi tubuh anda.

- Katakan pada diri anda, "Aku layak menikmati keindahan dan ketenangan ini, karena akupun bagian dari alam raya."

- Mulailah berjalan perlahan-lahan. Berusahalah untuk relaks sehingga fokus kesadaran meluas sampai mencakup keseluruhan pengamatan anda. Buka seluruh pengindraan pada kehidupan di seputar anda: tumbuh-tumbuhan, bunga-bungaan, burung-burung, serangga dan tentunya kehangatan sinar matahari yang menyentuh kulit anda.

Tidak ada komentar: