
"Buah keheningan adalah DOA.
Buah DOA adalah iman.
Buah iman adalah cinta.
Buah cinta adalah pelayanan. Buah pelayanan adalah damai."
(Mother Teresa)
Indahnya Menelusuri Irama WaktuSahabat-sahabat Kristus yang terkasih, patut kita lantunkan madah syukur kepada Sang Sumber Kehidupan yang senantiasa mencurahkan rahmat yang berlimpah dan masih memberikan waktu untuk kita telusuri, untuk kita nikmati, dan untuk kita pahami. Seiring dengan roda hidup yang terus bergulir dan tak tahu kapan akan berhenti.... maka dari kedalaman lubuk hati kita mengukir sebuah kisah, menelusuri irama
waktu dengan beraneka ragam keunikan dan keindahannya.
Sebagai pribadi yang tengah berziarah, dalam meniti hari demi hari, dari waktu ke waktu, ternyata hidup itu seni. Seni itu indah bila dirangkai dengan hati yang tulus, antara perkataan, perbuatan, dan pikiran yang disertai dengan iman, harapan dan cinta kasih. Meskipun realita terkadang tak sesuai dengan harapan, namun bukankah semua memiliki waktu masing-masing? Sahabat-sahabat Kristus terkasih, waktu tak pernah kembali, waktu terus melaju seiring langkah kaki kita yang terkadang mampu berlari.
Terkadang kita berjalan tertatih-tatih dengan berbagai beban hidup yang serasa menyesakkan, terkadang kita terduduk dan tak bergeming, terkadang waktu terasa lama, membosankan dan segala usaha sia-sia belaka. Sahabat-sahabat Kristus yang terkasih, lewat Injil Lukas hari ini (Luk 5:1-11) Yesus mengajak kita bertolak ke tempat yang lebih dalam. Seperti pengalaman Simon dan teman-temannya yang hampir berputus asa ketika mengalami kegagalan dalam menjala ikan. Tetapi karena mendengar dan melaksanakan perintah Sang Guru akhirnya mereka beroleh sukacita atas hasil yang diperoleh meskipun harus dilalui dengan jerih payah dan mencucurkan keringat.
Satu hal yang semestinya diingat bahwa kekuatan sendiri tak cukup tanpa kekuatan dari Dia yang memiliki kekuasaan yang tiada bandingnya. Bersama Simon dan teman-temannya, mari kita pergi ke tempat yang lebih dalam meskipun bisa dibayangkan pastilah banyak tantangan yang harus dihadapi. Demikianlah dalam perjalanan hidup kita saat ini, di sini, di tempat ini, tantangan bukanlah untuk dihindari, melainkan untuk dihadapi. Bila perlu kita nikmati alunan iramanya yang silih berganti. Selagi masih ada waktu mengapa tidak!
Bukankah kita masih diberi waktu untuk berbuat lebih baik? Waktu yang lalu kita jadikan sebuah pengalaman yang memiliki makna, waktu kini adalah kenyataan yang harus dihadapi, entah pahit ataupun manis, kita jelang waktu esok dengan pengharapan semoga lebih baik dan indah. Hari ini kita bersama seiring sejalan agar beban terasa ringan, meskipun terkadang terjadi selisih paham, karena watak yang berbeda-beda namun dalam menelusuri lorong kehidupan ini kita berada dalam satu genggaman, yakni genggaman tangan Sang Ilahi yang berada di dalam hati-Nya yang Maha Indah, kita dipersatukan.
Kesempatan terindah ini saatnya kita menyatukan jemari, menciptakan suasana hati dengan iman yang teguh dan berlabuh dalam lautan kasih-Nya. Kita yakin dan percaya akan beroleh hati yang teduh dan damai, kita jadikan waktu kini sebagai persembahan terindah, teristimewa dalam setiap doa-doa kita, suatu kebahagiaan yang tak terkatakan bila mampu membahagiakan Tuhan lewat sesama.
"Kebahagiaanku adalah kebahagiaanmu, deritamu adalah deritaku sebab, bila aku bersamamu aku bersyukur kepada Tuhan. Dalam kesempatan ini aku mau katakan kita adalah saudara."


Aplaus 2nd Anniversary
TANPA terasa Aplaus sudah 2 tahun menapakkan kaki sebagai Tabloid Lifestyle Kota Medan. Meski dalam usia yang tergolong muda, Aplaus selalu ingin memberikan yang terbaik untuk pembacanya.
Anniversary yang dirayakan secara sederhana ini bertujuan memupuk rasa kekeluargaan antara semua kru Aplaus yang hadir malam itu di Restauran Sedap Nusantara. Kami mencoba membaginya untuk pembaca setia Tabloid Aplaus, seiring cita-cita kami "Selalu memberikan yang terbaik."
"Happy Birthday Aplaus!" (biarlah foto yang ‘berbicara').... (Rubrik Kalender, Aplaus 54); foto: aye yang jongkok di bawah, nomer 2 paling kanan, ye....
1-14 September 2007 (Rubrik FIT, Tabloid Aplaus)TERNYATA setiap orang sudah tahu bagaimana cara bermeditasi, tetapi bermeditasi tentang hal-hal yang salah. "Beberapa orang bermeditasi tentang gadis-gadis cantik, beberapa tentang uang, beberapa tentang bisnis. Setiap saat anda mencurahkan perhatian, sepenuh hati, pada satu hal, itu adalah meditasi." (Supreme Master Ching Hai dalam buku Aku Datang Untuk Membawamu Pulang).
First of all, rutinkah (minimal pernahkah) anda bermeditasi? Bila anda menjawab "belum" maka ada baiknya mempertimbangkan pendapat SM Ching Hai barusan. Masuk di akal, bukan? Nama beliau memang taklah asing. Siswa-siswanya telah mendirikan asosiasi dan pusat meditasi di seluruh dunia. Metode meditasi
spiritualnya dinamakan Meditasi Kuan Yin (dalam bahasa Mandarin berarti mengamati sinar dan suara batin).
Guru Ching Hai telah mencoba beragam teknik meditasi. Mulai dari Doktrin Rahasia dari Buddhisme
Tidak demikian halnya dengan metode pengamatan Cahaya dan Suara batin yang diajarkannya. Lokasi bermeditasi pun bisa dimana saja. Kita bisa duduk di taman, di kebun, di dalam pesawat terbang, saat duduk di tempat kita bekerja, di mana saja (asal jangan saat menyetir mobil!).
Memang banyak jenis meditasi, apakah itu untuk relaksasi ataupun kesehatan. Masing-masing guru meditasi sebenarnya mengajarkan ‘waktu mendengarkan' yang berbeda, bisa jadi karena ‘si pengikut' mungkin maunya hanya rileks, tidak stres. Atau ada yang maunya menurunkan darah tinggi, menghilangkan asma, dan sebagainya. Merta Ada, Guru Meditasi Kesehatan Bali Usada, misalnya, pernah berujar, "Capailah kesehatan dan kebahagiaan lewat meditasi. Seperti halnya tubuh yang memerlukan olahraga, pikiran pun perlu dilatih agar kuat."
Penyembuh lewat teknik getaran dan ramuan tumbuh-tumbuhan ini ketika kanak-kanak terkena polio, dia perlu waktu untuk mencari ‘obat' mujarab bagi penyakitnya itu. Tak heran ia menjalani meditasi sejak muda. Semakin bertambah usia, dia pun mencari teknik meditasi yang paling pas, bertahun-tahun menekuninya secara teratur, sampai secara bertahap pikirannya menjadi harmonis.
Meditasi Quan Yin bisa jadi serupa, tapi tak sama, tentunya (kita tengah ‘membincangkan' beragam jenis meditasi,
Beyond the Mind
Kita akan enak bagaimana menghirup daun yang basah, kita alirkan dalam tubuh kita. Bagaimana menjadi air dengan ketenangan, gemericiknya. Ketika menyatu dengan alam, melewati pikiran (beyond the mind). Inilah aku, bagian dari alam.
"
Lanjut pria yang kerap meditasi membelakangi Laut Kidul, Yogya, "Saya meditasinya tidak ada pola yang
Kalau sudah bisa berdiam menguasai diri baru bisa meditasi dengan gerak. "Kalau dia bergerak, sebenarnya itu
Manfaat meditasi:
1. Pikiran baik yang dimunculkan akan memberikan energi positif pada badan sehingga kesehatan dan penyembuhan terjadi.
2. Melepaskan tekanan hidup dan reaksi buruk di memori yang muncul bersamaan dengan rasa lain yang timbul selama meditasi.
3. Untuk menghadapi semua kondisi dalam kehidupan sehari-hari dengan efisien, tenang, seimbang, sadar, bijaksana, sehingga kedamaian dan kebahagiaan selalu dimiliki.
4. Jalan menuju jati diri atau guru batin.
Meditasi bersama Alam:
- Jalan kaki ternyata dapat menjadi serupa meditasi bila anda bergerak perlahan-lahan, dan ‘membuka' diri anda sepenuhnya sehingga dapat merasakan kehadiran alam sekitar dengan seluruh pengindraan sekaligus merasakan sensasinya, demikian pendapat James Thornton, environmentalist dari Amerika. Tak hanya relaks jiwa raga, anda juga akan mendapatkan kembali gairah hidup, energi bagi tubuh anda.
- Katakan pada diri anda, "Aku layak menikmati keindahan dan ketenangan ini, karena akupun bagian dari alam raya."
- Mulailah berjalan perlahan-lahan. Berusahalah untuk relaks sehingga fokus kesadaran meluas sampai mencakup keseluruhan pengamatan anda. Buka seluruh pengindraan pada kehidupan di seputar anda: tumbuh-tumbuhan, bunga-bungaan, burung-burung, serangga dan tentunya kehangatan sinar matahari yang menyentuh kulit anda.
| Fit Edisi 54 |
| 1-14 September 2007 GO ORGANIK! Organik atau non organik, ya? Gampang. Lihat saja labelnya. Cuma yang lulus serangkaian tes dari lembaga yang diberi kewenangan oleh Departemen Pertanian yang mendapatkannya. |
Ir Budiman ‘mengagung-agungkan' teknik pertanian organik yang memang unik. Bagaimana tidak. Setiap tanaman diberi perlakuan berbeda. Semua limbah seperti daun kering dan kulit buah diolah untuk menyuburkan lahan. Agar tanaman sayur tidak diserbu ulat digunakan air cabai. Untuk lahan yang ditanami buah apel organik lain lagi.
Ia memilih pupuk guano alias kotoran kelelawar (yang ditangani secara benar dan baik, tentunya), dan mengusir hama menggunakan bahan alami berupa daun pohon nimba yang ditumbuk, dicampur air, lalu disemprotkan pada tanaman apel tadi. Di pojok-pojok kebunnya pun diberi air dan lampu supaya hamanya jatuh.
Senang berbincang langsung dengannya, mendapat sedikit saja dari pengetahuannya, tapi apa daya kini ia tengah melanglang buana. Thank God, Aplaus telah mendapatkan segelintir pengetahuan seputar organik, termasuk yang kini tengah berkembang di luar daerah Medan (Brastagi, Sidikalang, dan sebagainya).
Seorang teman lainnya, A Ju, sharing kalau sekarang untuk sementara mereka tidak menanam tanaman organik mengingat kondisi lahan yang belum mendukung. Alasan ini juga didukung ahli dari Jepang yang sengaja didatangkan untuk memeriksa kondisi lahannya.
"Salah satu hambatan dalam pertanian organik adalah tanah dan air di lokasi yang akan dijadikan lahan organik sudah tercemar. Kalau dulu lahannya memang alami maka organik bisa langsung diterapkan. Namun kalau lahannya bekas lahan pertanian konvensional diperlukan waktu minimal satu tahun," timpal Henny Ciawi Tjia, Marketing Manager PT Indo Yasai Wisesa.
Masa Konversi
Misal, tanah yang ditanami cabai menggunakan pestisida, setelah itu ditanami ubi organik, tetap saja tidak organik lagi. Sebelumnya tanah itu harus diperiksa kandungannya, diperiksa sejarahnya 10 tahun yang lalu dipakai untuk menanam apa saja, misalnya
Satu tahun itu menurut ‘tukang insinyur' diperlukan untuk menyiapkan lingkungan tanah, perbaikan struktur, aktivitas biologi tanah, dan sebagainya, atau yang disebut masa konversi. Sistem organik tak bisa dipraktekkan juga kalau lahannya dikepung oleh lahan non organik. "Paling bagus kalau lahan organik berada di daerah atas di mana air yang berasal dari mata air yang belum tercemar," demikian wejangan Ir Budiman.
Kalau seperti ini, menurutnya, tak mustahil di tahun 2010 Indonesia akan menjadi salah satu produsen pangan organik utama dunia. Suatu ‘misi' yang cukup menguras tenaga, waktu dan pikiran memang, mengingat para petani tradisional sudah terlalu lama punya pemikiran kalau ingin panen sukses mesti memakai bibit rekayasa (unggul) pestisida nomor satu, serta agrokimia sintetis lainnya. Namun bisa jadi ‘beban' akan semakin ringan kalau kita mengetahui efek bahaya pangan yang mengandung pestisida (dari penelitian terbukti kalau pestisida terus menerus menumpuk bisa menyebabkan kanker sampai rendahnya IQ).
Meski fisik sayuran organik taklah sebagus yang non organik-ciri-cirinya daun sayuran bolong-bolong akibat termakan ulat-begini ceritanya, "Hewan, hama, juga ulat punya naluri tajam. Dia tidak mau sayuran yang beracun, yang berpestisida. Tetapi justru kita yang salah kaprah, suka sayuran bagus yang ulat saja tidak mau," lanjut Henny. Kalau pun menggunakan pestisida, derajat standard chemicalnya tidak boleh melebihi yang telah ditentukan.
Baik Untuk Kesehatan?
Istilah organik menunjukkan proses pemeliharaan atau penanaman suatu produk pertanian (brokoli, labu, bayam, wortel, tomat, beras merah, kentang, kacang kapri, kacang hijau, kacang kedelai, kopi, salak, alpukat, mangga, stroberi, ceri, dsb.) yang tidak menggunakan pestisida, pupuk berbahan kimia atau biji yang direkayasa secara genetika. Tak hanya itu, cara panen, packaging dan sistem pengirimannya pun mesti bebas bahan kimia.
The Food Standards Agency (FSA) mengatakan belum ada bukti yang menyebutkan sayuran organik baik untuk kesehatan. Namun berdasarkan penelitian memang ada beberapa nutrisi dalam makanan organik yang berbeda dengan non organik. Contoh, susu organik ternyata memiliki kadar asam Omega-3 lebih tinggi, tetapi menurut FSA susu ini memiliki asam lemak yang termasuk rantai pendek (short-chain fatty acids) yang kurang baik untuk kesehatan.
A Way of Life
Kalangan selebritis Indonesia-apalagi dunia-dalam beberapa tahun belakangan (sampai sekarang) terus menggilai produk ini. Ambil contoh Melly Manuhutu. Katanya dulu ia sering batuk-pilek. Selama mengonsumsi segala macam makanan organik, ia merasa lebih fresh, enak di perut, dan kulitnya menjadi bagus.
Malah akhirnya Melly pun terjun berbisnis beras, sayuran, kacang-kacangan, buah, umbi-umbian, ayam, telur, dried food organik impor dari Australia dan Jerman (garam, gula, susu, bihun, pasta, minyak goreng, dsb.), sampai berbisnis parsel makanan organik. Sophie Navita, pacar seumur hidup Pongki Jikustik juga ‘sealiran'. Mereka sekeluarga (bahkan sampai pembantunya) makan sayuran organik.
Konsumen organik tak dapat dipungkiri adalah pasar yang memiliki kesadaran kesehatan yang tinggi, yang memungkinkan mereka menjadikannya a way of life. Negeri tetangga, Malaysia, Vietnam, sampai Eropa lebih dahsyat lagi. Negeri Singa pun tak ketinggalan. Telah ramai outlet yang khusus menjual beragam produk organik (sayuran, buah, jus, dsb.).
"Rasa jusnya enak, tidak pakai chemical ‘kan. Mereka berani klaim jus itu organik. Tertulis dalam label ‘organically proven' begitu," cerita wanita yang sering bolak-balik Medan-Singapura.
Organic Fruit & Vegetables
+ Dapat melindungi kesehatan anda, keluarga dan generasi penerus anda (dengan kandungan nutrisi yang disebut-sebut 90% lebih tinggi dibanding non organik).
+ Turut melestarikan kondisi tanah yang subur, keragaman hayati, melindungi kejernihan air, mengurangi risiko kesehatan para konsumen produk pertanian.
+ Membuka lowongan pekerjaan bagi para petani, mengurangi risiko kesehatan mereka.
- Harga mahal (bisa 2 atau 3 kali lipat dibanding sayur dan buah biasa). Sebenarnya bisa lebih murah, kalau dibeli lewat komunitas organik, yang di Jepang disebut teikei (sejak era 1980-an).
- Masih jarang (penghasilnya) dan ragamnya masih sedikit (produksinya tergantung musim).
- Perlu banyak tenaga kerja, mengingat tanaman harus satu per satu diperiksa. Dan petani perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk mendapatkan sertifikat organik.
Agar Sayur & Buah Bersih
Buah-buahan dan sayur-sayuran perlu ‘dijaga' baik agar kandungan gizi di dalamnya tak terbuang percuma hanya karena cara mencuci dan teknik pengolahan yang keliru (apalagi yang organik, sayang ‘kan?!). Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan:
- Jangan membilas buah dan sayuran berkulit ‘lunak' seperti strawberry, atau sayuran yang mudah busuk seperti kentang dan bawang, sebelum disimpan. Bilas sayuran dan buah tadi ketika anda akan mengolahnya.
- Cuci dan gosok buah dan sayur berkulit ‘keras' seperti terong, paprika, mentimun, apel, dengan air dingin. Keringkan dengan cermat, agar tidak rusak akibat noda air sebelum disimpan di lemari es.
- Sayuran berdaun bisa disimpan di lemari es tanpa dicuci. Masukkan ke kantung plastik. Bilas dengan air sebelum dikonsumsi.